Purbaya

Purbaya Ungkap Juda Agung Calon Kuat Wakil Menteri Keuangan RI Baru

Purbaya Ungkap Juda Agung Calon Kuat Wakil Menteri Keuangan RI Baru
Purbaya Ungkap Juda Agung Calon Kuat Wakil Menteri Keuangan RI Baru

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa Juda Agung, mantan Deputi Gubernur BI, menjadi calon kuat Wakil Menteri Keuangan.

Pelantikan Wamenkeu diperkirakan berlangsung Februari 2026. Purbaya menyebutkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan Juda Agung, dan menurutnya, tokoh yang memiliki pengalaman panjang di dunia keuangan itu merupakan salah satu kandidat yang sangat potensial untuk menduduki posisi tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di sela acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 yang digelar di Jakarta. “

Kelihatannya (Juda Agung) salah satu calon yang kuat, ya. Saya sudah ketemu dengan beliau,” ujar Purbaya ketika ditanya soal calon kuat Wamenkeu. Walau demikian, Purbaya masih belum bisa memastikan siapa yang akhirnya akan dilantik untuk mengisi kursi tersebut.

Purbaya menambahkan, ia memperkirakan pelantikan Wakil Menteri Keuangan akan berlangsung pada bulan Februari 2026. "Pelantikan saya dengar sih Februari, mungkin minggu depan. 

Namun, saya belum bisa memastikan secara pasti siapa yang akan dilantik," tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun nama Juda Agung sudah cukup mencuat, masih ada beberapa tahap yang harus dilalui sebelum penunjukan resmi dilakukan.

Mantan Deputi Gubernur BI, Juda Agung Mengundurkan Diri

Nama Juda Agung memang telah lama berkiprah di dunia keuangan, terlebih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Sejak 13 Januari 2026, ia resmi mengundurkan diri dari jabatannya tersebut, membuka peluang bagi dirinya untuk mengisi posisi yang lebih strategis di pemerintahan, salah satunya adalah Wamenkeu. Pengunduran diri tersebut memberi sinyal kuat bahwa ia sedang bersiap untuk langkah baru di sektor pemerintahan.

Juda Agung sebelumnya dilantik menjadi Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 yang ditandatangani pada 24 Desember 2021.

Dengan pengalaman di Bank Indonesia, ia telah memiliki pemahaman mendalam mengenai kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan negara yang sangat relevan dengan tugas Wakil Menteri Keuangan. Selain itu, ia juga dikenal dengan track record yang kuat dalam bidang pengelolaan ekonomi dan keuangan negara.

Tugas Berat Wakil Menteri Keuangan: Fokus pada Penerimaan Pajak dan Bea Cukai

Purbaya juga menyinggung soal pembagian tugas yang akan dilakukan oleh Wamenkeu yang baru, meskipun dirinya mengaku belum mengetahui keputusan akhir terkait hal tersebut. Meski demikian, ia memastikan bahwa dirinya akan langsung menangani tugas-tugas besar yang berhubungan dengan penerimaan negara, khususnya dalam sektor pajak dan bea cukai.

"Tugas saya untuk penerimaan bea cukai dan pajak akan saya tangani langsung. Itu sangat penting untuk penerimaan tahun ini, serta untuk menekan defisit anggaran kita,” kata Purbaya. 

Pernyataan ini menunjukkan bahwa prioritas utama Kementerian Keuangan dalam waktu dekat adalah memastikan penerimaan pajak dan bea cukai berjalan dengan optimal, terutama dalam menghadapi tantangan fiskal yang ada.

Purbaya menekankan pentingnya pengelolaan penerimaan negara secara efisien, mengingat kondisi ekonomi dan anggaran negara yang terus tertekan. Ia pun bertekad untuk menyelesaikan berbagai masalah yang selama ini terhambat atau macet, sehingga dapat memperlancar jalannya program-program yang mendukung kestabilan ekonomi Indonesia.

Transisi dan Tantangan di Posisi Wakil Menteri Keuangan

Meski belum ada kepastian mengenai siapa yang akan menjadi Wakil Menteri Keuangan, jelas bahwa posisi ini memiliki tantangan besar yang harus dihadapi.

 Terlebih, Kementerian Keuangan harus mengelola pendapatan negara yang bersumber dari pajak dan bea cukai, serta mengatur pengeluaran negara yang berhubungan dengan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Tantangan lain yang dihadapi adalah menjaga kestabilan makroekonomi Indonesia, mengingat perkembangan global yang terus berubah. Dalam hal ini, keberadaan Wakil Menteri Keuangan yang memiliki kompetensi tinggi dan pengalaman di bidang ekonomi makro serta kebijakan keuangan sangat penting. 

Juda Agung, dengan latar belakangnya yang kuat di Bank Indonesia, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam menghadapi tantangan tersebut.

Proses Penunjukan Wakil Menteri Keuangan yang Akan Datang

Seiring dengan berkembangnya situasi politik dan pemerintahan di Indonesia, penunjukan Wakil Menteri Keuangan diperkirakan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. 

urbaya pun mengungkapkan bahwa dirinya mendengar bahwa pelantikan akan dilakukan pada bulan Februari 2026, dengan minggu depan menjadi waktu yang sangat memungkinkan.

Namun, meskipun Juda Agung sudah disebut-sebut sebagai calon kuat, Purbaya menyatakan bahwa ia masih menunggu keputusan resmi mengenai siapa yang akan menduduki posisi tersebut. 

Perihal pembagian tugas antara Menteri Keuangan dan Wakil Menteri Keuangan juga masih belum diputuskan sepenuhnya, dan akan bergantung pada keputusan final dari Presiden.

Menghadapi Tantangan Fiskal dengan Strategi Baru

Ke depan, bagi siapapun yang akan dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, tantangan terbesar adalah memperbaiki dan mengoptimalkan kebijakan fiskal negara.

Penerimaan negara yang lebih baik dan pengelolaan anggaran yang lebih efisien akan menjadi kunci dalam mendukung pembangunan nasional, serta mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri.

Purbaya sendiri menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, ia akan terus berfokus pada pengelolaan penerimaan negara melalui sistem perpajakan dan bea cukai yang efisien. 

Ia juga berharap bahwa dengan pengisian posisi Wakil Menteri Keuangan yang baru, Kementerian Keuangan dapat semakin kuat dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan global yang ada.

Peran Wakil Menteri Keuangan untuk Indonesia yang Lebih Baik

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, pengisian posisi Wakil Menteri Keuangan sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program pembangunan ekonomi di Indonesia. 

Purbaya Yudhi Sadewa berharap, siapa pun yang nanti dilantik dapat membawa semangat baru dan strategi yang tepat guna memajukan perekonomian Indonesia, baik dalam konteks domestik maupun global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index