Pelonggaran Kredit Tak Ganggu Kualitas Pembiayaan Bank Mega Syariah

Senin, 26 Januari 2026 | 16:24:27 WIB
Pelonggaran Kredit Tak Ganggu Kualitas Pembiayaan Bank Mega Syariah

JAKARTA - Bank Mega Syariah menegaskan bahwa meski ada sinyal pelonggaran kredit pada akhir tahun 2025, pihaknya tetap berkomitmen menjaga kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko. 

Di tengah tren penurunan standar penyaluran kredit perbankan yang tercatat pada kuartal IV-2025, Bank Mega Syariah tetap berfokus pada keseimbangan antara ekspansi bisnis dan mitigasi risiko. 

Meskipun pelonggaran kredit menunjukkan adanya perubahan dalam kebijakan perbankan, Bank Mega Syariah mengutamakan kehati-hatian untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga.

Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa pada kuartal IV-2025, kebijakan penyaluran kredit perbankan mengalami pelonggaran dengan Indeks Lending Standard (ILS) yang tercatat pada posisi minus 2,59, berbanding terbalik dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,78. 

Selain itu, indeks premi kredit berisiko juga meningkat drastis, dari posisi 0,10 pada kuartal III-2025 menjadi 9,62 pada kuartal IV-2025. 

Angka-angka ini menggambarkan adanya lonjakan risiko dalam penyaluran kredit yang lebih longgar, dan menjadi perhatian penting bagi Bank Mega Syariah dalam menjaga keberlanjutan kualitas pembiayaan mereka.

Tantangan dan Respons Bank Mega Syariah

Menghadapi perubahan ini, Rundi Dhema Perkasa, Kepala Divisi Manajemen Risiko Bank Mega Syariah, menjelaskan bahwa kebijakan penyaluran pembiayaan Bank Mega Syariah selalu diselaraskan dengan kebijakan regulator. 

Menurut Rundi, kebijakan pelonggaran yang ditunjukkan dalam POJK No.19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah langkah yang didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada awal November 2025. 

Kebijakan ini juga mendukung upaya Bank Mega Syariah untuk mendorong pertumbuhan aset pembiayaan, khususnya untuk sektor UMKM yang menjadi salah satu fokus utama bank dalam memperluas jangkauan pembiayaan.

Meskipun ada kebijakan yang memberikan ruang bagi pelonggaran penyaluran kredit, Rundi menekankan bahwa Bank Mega Syariah tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian. 

Bank tidak akan terjebak dalam agresivitas ekspansi tanpa mempertimbangkan mitigasi risiko yang cermat. Sebagai bagian dari strategi bisnis, Bank Mega Syariah terus berupaya menjaga disiplin dalam proses pemberian pembiayaan, mengutamakan prinsip-prinsip prudential banking yang berfokus pada pengelolaan risiko yang tepat.

Manajemen Risiko sebagai Prioritas Utama

Salah satu faktor utama yang memastikan Bank Mega Syariah tetap stabil di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian adalah penerapan manajemen risiko yang ketat.

Sebagai bank syariah, Bank Mega Syariah tidak hanya mengutamakan aspek bisnis yang menguntungkan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan dan keamanan finansial jangka panjang. 

Rundi menjelaskan bahwa manajemen risiko merupakan prioritas utama dalam setiap langkah pengembangan bisnis bank. Oleh karena itu, setiap keputusan pembiayaan akan selalu melalui proses seleksi yang ketat dengan mempertimbangkan potensi risiko yang mungkin timbul di masa depan.

Lebih lanjut, Rundi menekankan bahwa bank akan terus memperkuat mitigasi risiko dengan memantau portofolio pembiayaan secara berkelanjutan. Pengawasan yang kontinu terhadap kualitas pembiayaan adalah bagian dari upaya untuk menghindari masalah yang lebih besar di masa depan. 

Bank Mega Syariah akan memastikan bahwa setiap pembiayaan yang diberikan tidak hanya memenuhi standar keuangan syariah, tetapi juga dilengkapi dengan proses evaluasi yang memungkinkan deteksi dini terhadap potensi masalah kredit.

Fokus Pada Kualitas Pembiayaan dan Kepatuhan Syariah

Sebagai lembaga keuangan yang mengedepankan prinsip syariah, Bank Mega Syariah juga menjaga integritas dalam setiap produk pembiayaan yang ditawarkan. 

Dalam menghadapi tren pelonggaran kredit yang mengarah pada tingginya premi risiko, bank tetap berpegang pada prinsip dasar syariah, yaitu menghindari riba dan memastikan bahwa pembiayaan yang diberikan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip moral dan etika yang ada dalam hukum Islam.

Bank Mega Syariah juga berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis pembiayaan dengan menjaga kualitas nasabah yang mendapatkan fasilitas kredit. 

Rundi menjelaskan bahwa bank akan tetap selektif dalam menyalurkan pembiayaan, meskipun pasar menunjukkan minat yang lebih besar terhadap kredit yang lebih mudah diakses. Ke depan, bank akan lebih berfokus pada penguatan kualitas portofolio dan memastikan bahwa risiko kredit dapat dimitigasi dengan strategi yang tepat.

Proyeksi Kinerja Bank Mega Syariah di Tahun 2026

Meskipun tantangan global dan pelonggaran kebijakan kredit menjadi perhatian, Bank Mega Syariah optimis dengan proyeksi kinerja di tahun 2026. Dengan strategi mitigasi risiko yang terus diperkuat, diharapkan bank dapat mengatasi dampak dari pelonggaran kredit yang terjadi di pasar. 

Di samping itu, bank juga akan terus berupaya memperluas segmen UMKM dengan memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran dana.

Pada tahun 2025, Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan yang positif, di mana pembiayaan untuk Griya tercatat mengalami peningkatan sebesar 37,67%.

Pencapaian ini mencerminkan bahwa meskipun di tengah tantangan eksternal, bank masih dapat mempertahankan kualitas pembiayaan dan memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi. 

Di tahun 2026, Bank Mega Syariah berharap dapat mempertahankan momentum ini, dengan tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi dan pengelolaan risiko yang cermat.

Bank Mega Syariah menunjukkan komitmennya untuk tetap menjaga kualitas pembiayaan meskipun ada indikasi pelonggaran kredit di pasar perbankan. 

Dengan fokus pada manajemen risiko yang solid dan prinsip-prinsip prudential banking, bank memastikan bahwa setiap keputusan pembiayaan diambil dengan penuh perhitungan. 

Walaupun ada peluang ekspansi yang lebih besar, Bank Mega Syariah tetap konsisten pada prinsip kehati-hatian untuk menjamin keberlanjutan kualitas aset dan pertumbuhan bisnis yang sehat di masa depan.

Terkini