Wamenkomdigi Tegaskan Platform Digital Wajib Terapkan Verifikasi Usia

Jumat, 30 Januari 2026 | 15:56:15 WIB
Wamenkomdigi Tegaskan Platform Digital Wajib Terapkan Verifikasi Usia

JAKARTA - Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa berbagai dampak positif sekaligus tantangan, terutama dalam perlindungan anak di dunia maya. 

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan pentingnya platform digital untuk menerapkan sistem verifikasi usia guna melindungi pengguna anak-anak dari paparan konten negatif yang tidak sesuai. 

Pentingnya Verifikasi Usia dalam Perlindungan Anak Digital

Di era digital saat ini, anak-anak semakin banyak menghabiskan waktu di platform daring yang menawarkan beragam konten. Namun tidak semua konten tersebut cocok untuk anak-anak dan dapat membahayakan perkembangan psikologis serta moral mereka. 

Oleh karena itu, penerapan sistem verifikasi usia menjadi suatu kewajiban bagi platform digital agar dapat membatasi akses anak terhadap konten yang tidak sesuai.

Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan, “Kita membutuhkan mesin cerdas untuk mengidentifikasi usia pengguna. Platform bertanggung jawab untuk menerapkan teknologi semacam ini.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa teknologi harus menjadi alat utama dalam menjaga keamanan ruang digital bagi anak-anak.

Sistem verifikasi usia ini juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), yang mengatur tata kelola sistem elektronik guna menjamin perlindungan anak di ranah digital. 

Peraturan ini mewajibkan setiap platform digital untuk melakukan verifikasi usia dan membatasi akses pada konten yang berpotensi membahayakan anak-anak.

PP TUNAS: Landasan Hukum Perlindungan Anak di Dunia Digital

PP TUNAS menjadi payung hukum yang mengatur tata kelola sistem elektronik yang terkait dengan perlindungan anak. Melalui peraturan ini, pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak di ranah digital harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.

Peraturan ini juga mengatur mekanisme verifikasi usia yang harus diimplementasikan oleh seluruh platform digital yang beroperasi di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa anak-anak tidak mendapatkan akses terhadap konten-konten yang tidak sesuai dan berisiko.

Menurut Nezar, tanpa adanya sistem verifikasi usia yang memadai, anak-anak berpotensi terpapar berbagai konten negatif, mulai dari kekerasan, pornografi, hingga berita hoaks yang bisa memengaruhi perkembangan mereka secara negatif.

Upaya YouTube dalam Mendukung Perlindungan Anak

Dalam kunjungan tersebut, Global Head dan Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube, Leslie Miller, menjelaskan bahwa YouTube telah melakukan berbagai inovasi fitur untuk memudahkan orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka.

Salah satu fitur yang dihadirkan adalah kemampuan pengaturan akses akun di satu perangkat yang sama. Dengan fitur ini, orang tua dapat memberikan batasan akses yang berbeda bagi setiap pengguna, sehingga anak-anak dapat menggunakan platform dengan pengawasan yang lebih baik.

Leslie Miller menuturkan, “Fitur ini untuk mempermudah orang tua memberikan akses bagi anak-anak meskipun menggunakan satu gawai yang sama.” Selain itu, YouTube juga terus mengembangkan algoritma yang mampu memfilter konten negatif secara otomatis agar tidak muncul di halaman anak-anak.

Harapan dari Wamenkomdigi untuk Platform Digital Lain

Wamenkomdigi Nezar berharap langkah YouTube tersebut dapat menjadi contoh bagi seluruh platform digital yang ada di Indonesia. Mengingat jumlah anak yang aktif di dunia digital sangat besar, maka seluruh platform harus mengambil tanggung jawab untuk memastikan ruang digital aman dan sehat bagi pengguna muda.

Implementasi verifikasi usia yang ketat tidak hanya bentuk kepatuhan pada regulasi, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk digital.

“Kita berharap platform-platform digital lain mengikuti jejak YouTube agar anak-anak terlindungi di ruang digital,” kata Nezar.

Teknologi sebagai Kunci Efektivitas Verifikasi Usia

Penerapan sistem verifikasi usia yang efektif dan efisien memerlukan dukungan teknologi terkini. Penggunaan kecerdasan buatan dan algoritma canggih memungkinkan identifikasi usia pengguna secara real time dan akurat.

Teknologi ini dapat memeriksa data usia saat pendaftaran akun ataupun ketika pengguna mengakses konten tertentu yang memerlukan pembatasan usia. Sistem ini juga memungkinkan monitoring berkelanjutan untuk memastikan bahwa pengguna tetap berada dalam batasan usia yang sesuai.

Nezar menjelaskan bahwa teknologi ini sangat penting agar perlindungan anak tidak hanya bersifat manual dan sporadis, melainkan sistematis dan berkelanjutan.

Peran Orang Tua dalam Perlindungan Anak Digital

Meskipun teknologi menjadi alat utama, peran orang tua tetap tidak tergantikan. Orang tua harus aktif memanfaatkan fitur kontrol dan pengawasan yang disediakan oleh platform digital dan mengawasi aktivitas anak di dunia maya.

YouTube dan beberapa platform lain terus mengembangkan fitur kontrol orang tua untuk memudahkan pemantauan aktivitas anak tanpa mengganggu kenyamanan penggunaan perangkat.

Selain itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak mengenai bahaya konten negatif dan pentingnya memilih informasi secara kritis.

Dampak Positif dari Sistem Verifikasi Usia

Penerapan sistem verifikasi usia secara ketat memiliki dampak positif jangka panjang bagi perkembangan anak-anak. Anak-anak dapat tumbuh di lingkungan digital yang aman, sehat, dan bebas dari pengaruh negatif yang bisa merusak karakter serta nilai moral.

Kebijakan ini juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan ruang digital dan menunjukkan komitmen pemerintah bersama pelaku industri digital dalam melindungi anak-anak.

Tantangan Implementasi dan Kolaborasi Pemerintah

Meskipun penerapan verifikasi usia wajib, tantangan teknis dan sosial tetap ada. Keraguan pengguna dalam berbagi data pribadi dan kebutuhan teknologi yang aman menjadi beberapa hambatan.

Pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital, berperan aktif memberikan regulasi, pengawasan, dan edukasi agar implementasi verifikasi usia dapat berjalan efektif tanpa mengorbankan privasi pengguna.

Nezar menggarisbawahi pentingnya kerja sama semua pihak, baik pemerintah, platform digital, dan masyarakat, untuk menyukseskan perlindungan anak di dunia digital.

Terkini