JAKARTA - PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP), emiten perbankan milik Hary Tanoesoedibjo, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 12 Maret 2026.
RUPSLB ini bertujuan untuk memperoleh persetujuan pemegang saham terkait perubahan susunan pengurus perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menyebutkan bahwa satu-satunya agenda RUPSLB adalah persetujuan perubahan pengurus.
“Persetujuan perubahan susunan pengurus perseroan,” tulis manajemen Bank MNC Internasional. Pelaksanaan rapat mengacu pada ketentuan Anggaran Dasar Perseroan serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya transparansi kepada publik dan pemegang saham, serta memastikan struktur manajemen sesuai dengan kebutuhan strategi pertumbuhan bank di tengah tantangan industri perbankan saat ini.
Kinerja Keuangan Bank MNC Tumbuh Positif
Hingga September 2025, Bank MNC Internasional membukukan laba bersih Rp60,39 miliar, naik 22,09 persen YoY dibandingkan Rp49,46 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan bunga bersih perseroan tercatat Rp434,28 miliar, meningkat 3,81% YoY dari Rp418,35 miliar di kuartal III/2024.
Pendapatan bunga keseluruhan mencapai Rp1,15 triliun, tumbuh 11,98 persen YoY, sementara beban bunga meningkat menjadi Rp718,81 miliar dari Rp611,36 miliar sebelumnya.
Beban operasional nonbunga lainnya menurun sedikit menjadi Rp363,73 miliar, meski terdapat peningkatan pada impairment dari Rp34,95 miliar menjadi Rp54,57 miliar, dan beban promosi naik dari Rp11,11 miliar menjadi Rp14,10 miliar.
Laba operasional Bank MNC mengalami pertumbuhan 31,23 persen YoY dari Rp53,75 miliar menjadi Rp70,54 miliar. Namun, laba non-operasional tercatat menurun 39,81% YoY menjadi Rp5,87 miliar dari Rp9,76 miliar pada periode sebelumnya.
Laba sebelum pajak mencapai Rp76,42 miliar, naik 20,31 persen YoY dibandingkan Rp63,52 miliar tahun sebelumnya.
Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga
Bank MNC Internasional mencatat pertumbuhan kredit sebesar 2,20 persen YoY, dari Rp10,85 triliun menjadi Rp11,08 triliun. Presiden Direktur MNC Bank, Rita Montagna, mengatakan meskipun industri perbankan menghadapi tantangan daya beli dan pertumbuhan kredit yang rendah, perseroan tetap mencatat pertumbuhan positif.
Distribusi kredit didominasi oleh wholesale business Rp7,48 triliun, diikuti kredit konsumer Rp1,60 triliun, multifinance Rp1,57 triliun, dan SME Rp436 miliar. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tercatat Rp13,66 triliun, turun 2,31% YoY dibanding kuartal III/2024 sebesar Rp13,98 triliun.
Rinciannya, simpanan deposito naik 0,76% YoY menjadi Rp11,24 triliun, giro turun 15,51% menjadi Rp795,61 miliar, dan tabungan menurun 13,83% menjadi Rp1,62 triliun.
Indikator perbankan lainnya menunjukkan perbaikan kualitas kredit dengan NPL gros 4,00% dari 4,69% dan NPL net 2,80% dari 3,32% pada kuartal III/2024.
Rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) tercatat menurun dari 27,55% menjadi 24,50%, sementara net interest margin (NIM) turun dari 3,45% menjadi 3,20%. Biaya operasional terhadap pendapatan operasional turun dari 95,20% menjadi 94,49%.
Strategi Perbankan dan Fokus Pertumbuhan
Dengan RUPSLB yang digelar hari ini, MNC Bank menegaskan fokusnya pada penguatan manajemen untuk menghadapi dinamika industri perbankan yang kompetitif. Perubahan susunan pengurus diharapkan dapat memperkuat pengambilan keputusan strategis serta adaptasi terhadap tren pasar.
Pertumbuhan kredit yang relatif stabil, kombinasi dengan penurunan NPL, menunjukkan bahwa bank mampu menyalurkan kredit secara prudent, meski berada dalam kondisi pasar yang menantang. Fokus pada wholesale business, konsumer, dan multifinance menjadi strategi diversifikasi portofolio kredit.
Selain itu, manajemen juga memperhatikan efisiensi operasional dan kontrol risiko, terbukti dengan penurunan beban operasional nonbunga serta penurunan biaya operasional terhadap pendapatan operasional.
Kinerja keuangan yang positif menjadi modal bagi bank untuk memperkuat posisi di pasar dan meningkatkan kepercayaan pemegang saham.
Dengan agenda RUPSLB yang sederhana namun strategis, MNC Bank menegaskan komitmennya untuk terus berkembang dengan manajemen yang adaptif dan profesional, sambil tetap menjaga transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi OJK.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan, meningkatkan kinerja keuangan, dan memberikan nilai lebih bagi pemegang saham.