TNI

TNI AD Pulihkan Jalur Darat Langkat Lewat Jembatan Bailey Darurat

TNI AD Pulihkan Jalur Darat Langkat Lewat Jembatan Bailey Darurat
TNI AD Pulihkan Jalur Darat Langkat Lewat Jembatan Bailey Darurat

JAKARTA - TNI Angkatan Darat mengambil langkah cepat untuk memulihkan akses transportasi darat yang terdampak bencana di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Jalur-jalur yang sebelumnya rusak parah kini kembali dapat dilalui setelah dibangunnya jembatan Bailey di Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, serta Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menegaskan bahwa penyelesaian jembatan ini merupakan bagian dari upaya Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan untuk memulihkan mobilitas warga pasca-bencana. Jembatan tersebut rampung pada Kamis, 22 Januari 2026, dan kini sudah bisa digunakan masyarakat.

Proses Pembangunan Jembatan Darurat

Pembangunan jembatan Bailey melibatkan sejumlah alat berat dan material khusus milik TNI AD. Brigjen Donny menyebutkan, alat-alat tersebut antara lain dump truck, crane, yap crane, dan long cargo. 

Material jembatan Bailey tipe 2-1 digunakan untuk memastikan kekuatan dan ketahanan jembatan terhadap beban kendaraan dan kondisi alam sekitar.

“Pada tahap akhir, pekerjaan difokuskan pada pemasangan balok pengapit dan papan lantai, pengelasan pelat lantai, serta pengecatan panel kanan dan kiri jembatan,” jelas Donny. 

Papan lantai dan balok pengapit dipasang dengan presisi, sementara pelat lantai dan panel jembatan dicat merah putih, menambah keamanan sekaligus simbol nasionalisme.

Jembatan ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 3,65 meter. Dengan dimensi tersebut, jembatan mampu menampung lalu lintas kendaraan ringan dan pejalan kaki, sekaligus mempermudah distribusi logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Manfaat Bagi Masyarakat dan Mobilitas Regional

Kehadiran jembatan Bailey ini diharapkan segera mengembalikan aktivitas masyarakat seperti sediakala. Sebelumnya, jalur darat di Langkat mengalami gangguan signifikan akibat rusaknya infrastruktur jalan. 

Kondisi ini menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan publik, termasuk pendidikan, kesehatan, serta distribusi kebutuhan sehari-hari.

“Dengan jembatan ini, masyarakat di Langkat bisa kembali beraktivitas normal. Mobilitas warga, distribusi logistik, dan akses transportasi menjadi lebih lancar,” ujar Donny. 

Selain itu, jalur ini juga menjadi rute penting bagi kendaraan dinas pemerintah dan aparat keamanan dalam mendukung penanganan bencana.

Peran Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan

Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan bertugas menangani pemulihan infrastruktur darurat di wilayah terdampak. Tim ini terdiri dari personel TNI AD yang terlatih dalam penanganan bencana serta pengoperasian alat berat dan pembangunan jembatan sementara.

Brigjen Donny menekankan bahwa pengerjaan jembatan dilakukan dengan koordinasi intensif bersama aparat desa dan pemerintah daerah setempat. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap tahap konstruksi berjalan sesuai standar teknis, aman, dan tepat waktu.

Kesiapan Infrastruktur Darurat Menghadapi Bencana

Penggunaan jembatan Bailey merupakan solusi cepat untuk mengatasi keterbatasan akses transportasi akibat bencana. Tipe jembatan ini terkenal fleksibel, dapat dipasang dengan cepat, dan mampu menahan beban cukup berat meskipun bersifat sementara.

“Kami menggunakan jembatan Bailey tipe 2-1 yang bisa dibangun dalam waktu singkat, namun tetap kokoh untuk mendukung mobilitas warga,” terang Donny. 

Dengan pengalaman bertahun-tahun, TNI AD memiliki prosedur standar dalam membangun jembatan darurat yang dapat diandalkan di berbagai kondisi bencana.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Brigjen Donny menambahkan, keberhasilan pembangunan jembatan ini juga tidak lepas dari kerjasama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Informasi kondisi jalan dan lokasi yang rusak disampaikan langsung oleh aparat desa, sehingga tim TNI AD bisa menentukan lokasi yang strategis untuk jembatan sementara.

Selain itu, masyarakat juga dilibatkan dalam proses monitoring dan pengawasan ringan. Partisipasi warga ini membantu memastikan jembatan dapat digunakan secara optimal dan aman.

Harapan Jangka Panjang dan Pemulihan Wilayah

Walaupun jembatan Bailey bersifat darurat, kehadirannya memberi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk merencanakan perbaikan jangka panjang pada infrastruktur jalan dan jembatan permanen. Pemulihan jalur darat menjadi prioritas agar masyarakat Langkat tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga ekonomi dan sosialnya.

“Ini adalah langkah awal. Ke depan, kami berharap pemerintah daerah dapat memperkuat jalan dan jembatan permanen sehingga risiko terganggunya mobilitas akibat bencana dapat diminimalkan,” kata Donny.

Pembangunan jembatan Bailey oleh TNI AD di Langkat menunjukkan kesiapsiagaan dan respons cepat aparat dalam menangani bencana. 

Jalur darat yang rusak kini kembali pulih, masyarakat dapat beraktivitas normal, dan distribusi logistik menjadi lancar. Sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan warga setempat menjadi kunci keberhasilan pemulihan infrastruktur darurat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index