WKM

Akuisisi WKM Perkuat Fundamental ASLI, Fokus pada Infrastruktur Sipil dan Gedung

Akuisisi WKM Perkuat Fundamental ASLI, Fokus pada Infrastruktur Sipil dan Gedung
Akuisisi WKM Perkuat Fundamental ASLI, Fokus pada Infrastruktur Sipil dan Gedung

JAKARTA - Perubahan signifikan tengah terjadi di tubuh PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI) setelah PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) berhasil mengakuisisi sebagian besar saham ASLI. 

Akuisisi ini diperkirakan akan membuka babak baru dalam ekspansi bisnis ASLI, terutama di sektor konstruksi gedung dan infrastruktur sipil. Dengan masuknya WKM sebagai pengendali baru, diharapkan ada sinergi yang memperkuat fondasi serta mempercepat pertumbuhan perusahaan di pasar konstruksi Indonesia.

Pada 19 Januari 2026, WKM menyelesaikan akuisisi 62,72% saham ASLI dari pemegang saham pengendali sebelumnya, Sujatmiko, yang setara dengan 4,34 miliar lembar saham. Akuisisi tersebut dilakukan dengan harga Rp11 per saham melalui mekanisme crossing di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Dengan transaksi ini, ASLI resmi menjadi bagian dari jaringan bisnis yang lebih besar, memperkuat posisinya untuk meraih peluang di pasar konstruksi yang semakin kompetitif.

Meningkatkan Kapasitas Konstruksi Gedung dan Infrastruktur Sipil

Direktur ASLI, Yudra Saputra, menyatakan bahwa akuisisi ini bertujuan untuk memperkuat sektor konstruksi ASLI, dengan penekanan pada proyek-proyek besar seperti konstruksi gedung dan infrastruktur sipil. 

WKM, yang dikenal memiliki keahlian dalam proyek-proyek sipil seperti jalan, irigasi, jembatan, dan sistem drainase, akan memberikan ASLI akses ke bidang-bidang tersebut yang kini menjadi kompetensi utama mereka.

Yudra menegaskan bahwa kolaborasi antara ASLI dan WKM akan membawa keuntungan yang saling menguntungkan. 

ASLI dapat memanfaatkan pengalaman WKM yang telah terbukti sukses dalam menyelesaikan berbagai proyek strategis, seperti pembangunan fasilitas PT Jhonlin Baratama, barak pengamanan TNI untuk Kementerian Pertahanan, serta revitalisasi Terminal 1B PT Angkasa Pura II. 

Dengan rekam jejak yang kuat, WKM diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan untuk ASLI di masa mendatang.

Jaringan Bisnis Baru yang Memberikan Keuntungan Bagi ASLI

Tidak hanya dari segi operasional, akuisisi ini juga membuka peluang bagi ASLI untuk bergabung dengan jaringan bisnis yang lebih luas dan terafiliasi dengan tokoh bisnis besar seperti Hariono, yang juga merupakan pemilik utama WKM. 

Hariono memiliki keterkaitan yang erat dengan ekosistem usaha Haji Isam, seorang tokoh bisnis besar yang memiliki berbagai usaha, termasuk emiten PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR).

Jaringan bisnis ini memberikan ASLI peluang untuk mendapatkan proyek-proyek besar dan terhubung dengan berbagai entitas dalam industri konstruksi dan pertambangan. 

Kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan besar dalam ekosistem ini diperkirakan akan memperkuat posisi ASLI dalam pasar yang terus berkembang, baik di sektor konstruksi gedung maupun proyek infrastruktur.

Dampak Positif bagi Saham ASLI dan Prospek Ke Depan

Sejak pengumuman akuisisi ini, saham ASLI mengalami lonjakan yang signifikan. Berdasarkan data yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham ASLI telah meningkat 12,50% sejak awal tahun, dan melonjak hingga 165,91% dalam tiga bulan terakhir. 

Ini menunjukkan respons positif pasar terhadap perubahan pengendali di ASLI, serta optimisme terhadap prospek masa depan perusahaan yang kini berada di bawah kendali WKM.

Peningkatan harga saham ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap langkah strategis ASLI dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan perubahan pasar.

Dengan bantuan WKM, ASLI diharapkan dapat memperkuat kapasitas operasionalnya dan bersaing lebih agresif di sektor konstruksi, baik dalam proyek gedung maupun infrastruktur sipil. 

Proyek-proyek besar yang telah direncanakan, serta peningkatan kinerja finansial yang diharapkan, membuat ASLI berada pada jalur yang tepat untuk meraih hasil yang lebih baik di masa depan.

MTO (Mandatory Tender Offer): Langkah Lanjutan Setelah Akuisisi

Sebagai tindak lanjut dari perubahan pengendali ini, WKM diwajibkan untuk melaksanakan penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO) atas sisa saham publik sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam POJK No. 9/2018. 

Proses MTO ini merupakan bagian dari kewajiban yang harus dilaksanakan WKM untuk memberikan kesempatan kepada pemegang saham minoritas untuk menjual saham mereka kepada WKM dengan harga yang telah disepakati.

Langkah ini dipastikan untuk memberikan transparansi dan kepastian bagi semua pemegang saham ASLI, baik yang lama maupun yang baru. 

Selain itu, MTO juga memungkinkan para investor untuk memutuskan apakah mereka ingin tetap menjadi bagian dari perusahaan setelah perubahan pengendali, ataukah lebih memilih untuk melepaskan saham mereka dengan harga yang ditawarkan dalam MTO.

Penutupan Transaksi dan Penguatan Model Bisnis

Pada 15 Januari 2026, WKM dan pemegang saham pengendali lama ASLI menandatangani perjanjian jual beli saham yang mengatur seluk-beluk transaksi akuisisi. Transaksi ini dilakukan melalui Akta Perjanjian Jual Beli Saham Nomor 12 yang mengikat kedua pihak untuk menyelesaikan proses pengalihan kepemilikan saham.

Dengan adanya kesepakatan ini, WKM tidak hanya memperoleh kendali atas 62,72% saham ASLI, tetapi juga mempersiapkan landasan yang lebih kuat untuk ekspansi bisnis ke depan.

Menurut Peter Handika, Direktur WKM, akuisisi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas jejak bisnisnya di sektor konstruksi. 

WKM berencana untuk terus mengembangkan proyek-proyek besar dan memperluas kapasitas operasional ASLI, sambil memastikan bahwa standar kualitas dan manajemen risiko tetap terjaga. 

Sinergi antara kedua perusahaan ini diyakini akan membawa dampak positif yang berkelanjutan, mempercepat pertumbuhan dan pencapaian target pasar yang lebih luas.

Strategi Akuisisi yang Memberikan Optimisme Baru

Akuisisi oleh PT Wahana Konstruksi Mandiri terhadap PT Asri Karya Lestari Tbk. merupakan langkah strategis yang akan membawa perubahan besar dalam arah ekspansi ASLI. 

Dengan pengalaman WKM dalam proyek-proyek konstruksi sipil dan gedung, serta dukungan dari jaringan bisnis yang kuat, ASLI berpotensi mempercepat pengembangan kapasitasnya di pasar konstruksi. Pasar saham yang merespon positif dan peningkatan harga saham ASLI memperlihatkan optimisme investor terhadap langkah baru ini.

Kolaborasi antara ASLI dan WKM, yang didorong oleh pengalaman dan sumber daya yang saling melengkapi, diperkirakan akan menghasilkan pertumbuhan yang signifikan di masa mendatang. 

Seiring dengan jalannya MTO dan penawaran tender saham, perusahaan berpeluang untuk terus meningkatkan kinerja keuangan dan memperkuat posisinya di industri konstruksi yang semakin kompetitif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index