Ramp Check Angkutan Laut Kemenhub Pastikan Keamanan Selama Lebaran 2026

Selasa, 27 Januari 2026 | 11:31:15 WIB
Ramp Check Angkutan Laut Kemenhub Pastikan Keamanan Selama Lebaran 2026

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memulai ramp check untuk angkutan laut sebagai langkah persiapan menyambut Lebaran 2026. 

Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang selama periode puncak arus mudik. 

Budi Mantoro, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, mengungkapkan bahwa ramp check sudah dimulai sejak beberapa bulan sebelumnya, mengingat semakin dekatnya masa angkutan Lebaran.

Pada dasarnya, ramp check merupakan prosedur penting yang dilakukan Kemenhub untuk memastikan kapal penumpang yang beroperasi memenuhi standar keselamatan dan kelaikan berlayar. 

Budi Mantoro menambahkan bahwa meskipun Lebaran masih beberapa bulan lagi, persiapan harus dimulai lebih awal agar tidak ada hambatan pada saat puncak angkutan. Ramp check juga bertujuan untuk mengevaluasi kelaikan kapal dalam menghadapi lonjakan penumpang yang diperkirakan akan terjadi.

Uji Petik Sebagai Langkah Antisipatif Kemenhub

Selain ramp check, Kemenhub juga melakukan uji petik untuk memastikan kelayakan kapal penumpang di beberapa pelabuhan utama. 

Samsuddin, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, menjelaskan bahwa uji petik merupakan langkah antisipatif pemerintah untuk menghindari potensi masalah terkait keselamatan angkutan laut selama Lebaran 2026. 

Samsuddin menegaskan bahwa uji petik ini lebih dari sekadar kegiatan administratif rutin, melainkan suatu langkah yang sangat penting demi keamanan pelayaran.

Uji petik tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada periode 19 Januari hingga 19 Februari 2026, di 264 pelabuhan yang diawasi, dengan fokus pada 15 pelabuhan utama yang memiliki volume angkutan laut tertinggi. 

Salah satu pelabuhan yang mendapat perhatian khusus adalah Batam, yang memiliki karakteristik angkutan penumpang domestik dan lintas negara. 

Selain itu, Batam juga menjadi pusat operasional kapal cepat yang tunduk pada konvensi keselamatan internasional. Dengan lebih dari 100 kapal penumpang yang beroperasi di wilayah Batam, pemeriksaan menjadi sangat vital.

Pentingnya Pemeriksaan Peralatan Keselamatan

Dalam rangka memastikan keselamatan pelayaran, Samsuddin mengingatkan bahwa seluruh operator kapal harus memeriksa dan memastikan bahwa semua peralatan keselamatan kapal berfungsi dengan baik. 

Kemenhub menekankan bahwa tidak ada pengecualian dalam hal ini, terutama menjelang puncak angkutan Lebaran, ketika jumlah penumpang diperkirakan akan meningkat signifikan.

Uji petik yang dilakukan juga mencakup pemeriksaan terhadap semua aspek kapal, mulai dari kondisi mesin, sistem navigasi, hingga peralatan keselamatan seperti pelampung, sekoci, dan alat pemadam kebakaran. 

Samsuddin menambahkan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama Kemenhub, dan pihaknya bekerja keras untuk memastikan kapal yang beroperasi sudah siap digunakan, terutama pada masa-masa padat seperti Lebaran.

Fokus Pada Sinergi Antara Semua Pemangku Kepentingan

Samsuddin juga menekankan pentingnya sinergi antara regulator, operator kapal, dan nakhoda untuk memastikan kelancaran dan keselamatan angkutan laut selama Lebaran 2026. 

Kolaborasi yang baik antara pihak-pihak terkait sangat dibutuhkan agar angkutan laut bisa berjalan dengan aman dan terorganisir, mengingat tingginya volume penumpang yang akan memadati pelabuhan dan kapal selama masa mudik.

Selain itu, ia mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan tetap patuh terhadap regulasi dan standar keselamatan yang telah ditetapkan. Sebagai contoh, kapal yang akan beroperasi di jalur-jalur sibuk seperti Batam harus dipastikan memiliki kelayakan yang sesuai dengan standar keselamatan internasional.

Angkutan Laut Sebagai Pilihan Mudik Lebaran 2026

Seiring dengan peningkatan jumlah penumpang pada masa Lebaran, angkutan laut diperkirakan akan menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman. 

Menurut data dari Kemenhub, angkutan laut menawarkan tarif yang lebih terjangkau dan lebih nyaman dibandingkan dengan moda transportasi lain, terutama bagi mereka yang bepergian dengan keluarga besar atau membawa banyak barang.

Kemenhub telah memperkirakan bahwa jumlah penumpang yang menggunakan angkutan laut selama Lebaran 2026 akan meningkat pesat. Oleh karena itu, ramp check dan uji petik menjadi langkah yang sangat tepat untuk memastikan bahwa kapal-kapal yang akan digunakan memenuhi standar operasional yang aman dan layak.

Optimisme Kemenhub Menghadapi Angkutan Lebaran 2026

Melalui rangkaian ramp check dan uji petik yang dilakukan, Kemenhub berharap angkutan laut selama Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan lancar dan aman.

Samsuddin menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya untuk memperbaiki kualitas angkutan laut, dengan memastikan bahwa kapal-kapal yang digunakan benar-benar memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

Dengan adanya ramp check yang dilakukan jauh sebelum puncak angkutan, Kemenhub berharap dapat mencegah adanya masalah teknis atau keselamatan yang dapat merugikan masyarakat. 

Selain itu, uji petik juga bertujuan untuk meminimalisir terjadinya keterlambatan atau kecelakaan yang dapat mengganggu perjalanan para pemudik.

Langkah Strategis Kemenhub Menghadapi Angkutan Laut Lebaran 2026

Ramp check dan uji petik yang dilakukan Kemenhub merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk memastikan kelancaran angkutan laut pada Lebaran 2026.

Langkah ini bukan hanya sekadar untuk memenuhi prosedur administratif, tetapi juga untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang selama masa mudik.

Dengan adanya pemeriksaan mendalam terhadap kondisi kapal dan peralatan keselamatan, diharapkan angkutan laut dapat menjadi pilihan yang aman dan andal bagi masyarakat.

Kemenhub juga menekankan pentingnya sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas angkutan laut. Pemeriksaan yang komprehensif, mulai dari kapal hingga operator, akan memberikan jaminan bahwa angkutan laut dapat berlangsung dengan aman, teratur, dan sesuai dengan harapan masyarakat.

Terkini